KEDIRI – Puluhan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang tergabung dalam Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kecamatan Badas melaksanakan kegiatan religi bertajuk "Ziarah Wali Lingkar Wilis" pada Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus konsolidasi organisasi di awal bulan Februari.
Rombongan memulai perjalanan dari titik kumpul kediaman H. Darwiyono, yang berlokasi strategis di sebelah timur perempatan Badas. Suasana pagi yang cerah menyelimuti keberangkatan para peserta yang telah berkumpul sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian apel pemberangkatan.
Dalam apel tersebut, Kepala Satkoryon (Kasatkoryon) Banser Badas, *Khoirudin*, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi selama berada di luar daerah.
"Saya instruksikan kepada seluruh sahabat untuk senantiasa menjaga sikap dan nama baik Ansor Banser Badas serta PC GP Ansor Kabupaten Kediri. Ingat, kita bertamu ke luar kabupaten, bawa jati diri Banser yang santun dan disiplin," tegas Khoirudin.
Senada dengan hal tersebut, Musyafa selaku Pembina Satkoryon Banser Badas mengingatkan para peserta mengenai esensi dari ziarah ini. Ia berpesan agar perjalanan ini tidak sekadar menjadi wisata religi, melainkan sarana tawasul.
"Tokoh-tokoh yang kita tuju adalah pribadi yang sakti dan memiliki derajat tinggi di sisi Allah. Maka, jaga sikap dan pergunakan kesempatan ini untuk bertawasul kepada Allah SWT. Patuhi instruksi pimpinan rombongan di masing-masing unit kendaraan dan ikuti aturan yang berlaku," ujar Musyafa.
Rombongan dijadwalkan mengunjungi delapan titik bersejarah dan religius di wilayah Nganjuk, Madiun, hingga Ponorogo, di antaranya:
Nganjuk : Makam Syekh Sulukhi & Makam Mbah Jimat.
Madiun : Makam Kyai Anom Besari, Makam Kyai Basyariyah, dan monumen Kresek.
Ponorogo : Makam MZ Kayubi, Makam Batoro Katong & Makam Kyai M. Besari.
Pemilihan rute Lingkar Wilis ini bertujuan untuk meneladani perjuangan para ulama dan tokoh besar dalam menyebarkan syiar Islam di kaki Gunung Wilis. Selain makam para wali, kunjungan ke Monumen Kresek dimaksudkan untuk merawat ingatan sejarah terhadap perjuangan bangsa.
Rangkaian seremoni pemberangkatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Muhaimin, selaku Syuriah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Badas. Beliau memohon keselamatan dan keberkahan agar perjalanan ziarah ini membawa manfaat spiritual bagi seluruh kader Banser.
Setelah doa dikumandangkan, armada rombongan secara resmi dilepas menuju destinasi pertama di Kabupaten Nganjuk.
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, mulai dari Kediri, Nganjuk, Madiun dan Ponorogo, akhirnya pada pukul 20.30 WIB ziarah lingkar Wilis satkoryon Banser selesai. Terlihat pada peserta cukup menikmati perjalanan dan khidmat dalam memanjatkan doa doa saat di maqbarah.
Semoga melalui ziarah kali ini dapat membuat sahabat sahabat Ansor Banser lebih semangat lagi dalam berkhidmat di Nahdhatul Ulama, amiin.
Red. Zii


.jpeg)

0 komentar:
Menguatkan aswaja, membendung arus penyimpangan akidah
Silakan menyampaikan komentar yang bermanfaat ... !